Trenggiling Musuh Alami Semut

Posted by

Trenggiling adalah musuh alami dan hewan pemakan semut maupun rayap , ia memiliki bentuk tubuh yang memanjang, dengan lidah yang dapat dijulurkan hingga sepertiga panjang tubuhnya untuk mencari semut di sarangnya. Rambutnya termodifikasi menjadi semacam sisik besar yang tersusun membentuk perisai berlapis sebagai alat perlindungan diri. 

Jika merasa terganggu dan terancam, trenggiling akan menggulungkan badannya seperti bola. Ia dapat pula mengibaskan ekornya, sehingga sisiknya dapat melukai kulit pengganggunya. 

Pada hewan jantan dan betina terdapat perbedaan, yaitu pada trenggiling jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan trenggiling betina. 

Trenggiling Memiliki ukuran kepala yang kecil dan mata yang kecil yang dilindungi oleh kelopak mata yang tebal. Kelopak mata ini berfungsi untuk melundungi mata dari gigitan semut. 

Trenggiling memiliki daun telinga berukuran kecil dan bentuknya seperti bulan sabit, juga memiliki lidah yang dapat menjulur panjang dan dapat dihubungkan oleh otot-otot. Lidah ini bentuknya ramping dan panjang. Bentuk dari lidahnya akan semakin menipis dan menyempit, hal ini membuat lidah trenggiling menyerupai cacing dan bersifat lengket, sehingga memudahkan trenggiling untuk mencari makan. 

Hewan ini memiliki beberapa fakta unik yang dimilikinya. Beberapa fakta unik ini diantaranya yaitu bahwa trenggiling bisa memakan semut sebanyak 70 juta ekor per tahun. Kemudian hewan trenggiling ini ternyata tak punya gigi, sehingga untuk makan mereka mengunyah dengan kerikil dan duri keratin yang ada di dalam perutnya. Lalu fakta unik selanjutnya yaitu satwa ini menutup telinga dan lubang hidungnya agar tak dimasuki serangga dari luar. Hewan Trenggiling juga suka menandai wilayah mereka dengan air seni, tinja dan sekresi yang berbaur dengan kelenjar khusus. 

Induk dari trenggiling mengangkut anak - anak mereka menggunakan punggung dan ekor. Selain itu ada sekitar 20 persen dari berat trenggiling terdiri dari sisik mereka. Sisik trenggiling terdiri dari keratin seperti kuku manusia. Dan fakta yang terakhir ini adalah sebuah fakta yang buruk, yakni puluhan ribu trenggiling liar dibunuh setiap tahun untuk dijual sisik maupun dagingnya. 

Trenggiling terancam keberadaannya akibat habitatnya terganggu serta menjadi obyek perdagangan hewan liar. Oleh karena itu, kita sebagai umat manusia diharapkan dapat lebih memperdulikan hewan-hewan yang tercancam punah ini.


Blog, Updated at: 6:17 AM

0 comments:

Post a Comment