Binatang Pemakan Semut

Posted by

Trenggiling (Pangolin) merupakan salah satu satwa nocturnal, yakni aktif mencari makan pada malam hari. Trenggiling umumnya ditemukan hidup soliter (sendiri), meskipun kadang kala ditemukan hidup berpasangan. Hewan mamalia ini adalah wakil dari ordo Pholidota (bersisik banyak) yang masih dapat ditemukan di Asia Tenggara dan Afrika. 

Hewan ini memakan serangga, terutama semut dan rayap, Trenggiling hidup di hutan hujan tropis dataran rendah.

Hewan ini memiliki 20 variasi spesies yang ada didunia, salah satu contohnya ialah Manis javanica yang hidup di hutan hujan tropis dataran rendah yang dapat ditemukan di Asia Tenggara (Indonesia dan Malaysia). 

Di Afrika terdapat empat spesies, dimana spsies yang satu dengan spesies yang lainnya berbeda. Yang pertama yaitu Trenggiling pohon bersisik kecil (M. tricuspis), terdapat di rimba raya tropis, mulai dari Sierra Leone sampai Afrika tengah. Panjang tubuhnya sampai kepala sekitar 35-45 cm, dengan panjang ekor sekitar 40-50 cm. 

Warna sisik kelabu kecoklat-coklatan sampai coklat tua dan kulitnya berwarna putih. Kemudian Trenggiling berekor panjang (M. tetradactyla) yang terdapat di daerah-hutan hujan Afrika, spesies ini lebih panjang dibandingkan dengan trenggiling pohon bersisik kecil. Panjang kepala dan tubuh hewan ini sekitar 30-35 cm, namun dengan panjang ekor yang mencapai 60-70 cm. 

Sisik berwarna coklat tua dengan pinggir kekuning-kuningan, sedangkan kulitnya berwarna coklat tua sampai agak hitam. Ketiga yaitu Trenggiling raksasa (M. gigantea), yang juga menghuni hutan-hujan tropis. Panjang tubuh dan kepala hewan ini mencapai 75-80 cm, dengan ekor 55-65 cm. Sisik berwarna coklat keabu-abuan dan kulit berwarna agak putih. 

Dan yang terakhir yaitu Trenggiling Temminck (M. temminck), trenggiling jenis ini hidupnya di padang belukar Afrika timur, mulai dari Ethiopia sampai propinsi Cape.


Blog, Updated at: 6:06 AM

0 comments:

Post a Comment